Rabu, 05 Agustus 2020

Kita Harus Selalu Bahagia (?)

Kita Harus Selalu Bahagia (?)

Oleh :

Ririn Pujiastuti

Setiap manusia dikaruniai perasaan yang banyak sekali macamnya. Manusia bisa merasakan senang, gembira, bahagia, bingung, sedih, baper, galau, dan masih banyak lagi. Hal yang tidak manusia sukai adalah merasa sedih dan perasaan buruk semacamnya. Tentu saja, siapa juga yang ingin sedih, galau, gundah. Walaupun kita sadar, perasaan seperti itu normal.

Ketika kita merasa sedih tanpa sadar air mata terkumpul di pelupuk mata dan akhirnya menangis. Seringkali ketika kita merasa sedih, orang-orang di sekitar kita berkata, "Ada apa?" "Kamu kenapa?" "Sudahlah, tak apa. Jangan menangis lagi." Pertanyaan mereka secara tidak langsung malah membuat kita semakin sedih karena kita sedang dalam kondisi tertekan juga sedang berada dalam puncak kesedihan. Saat itu kita seperti diharuskan menjawab pertanyaan mereka.

Ketika mereka menenangkan kita dengan perintah, "Jangan menangis lagi" terkadang itu memang terlihat efektif untuk membuat kita bisa berhenti menangis. Namun kita tidak sadar, ternyata kita semakin sesak karena tidak bisa mengeluarkan seluruh perasaan kita. Sedih, galau bahkan menangis itu wajar. Kita tidak perlu selalu bertanya "Ada apa?"  atau mengatakan "Jangan menangis" kepada seseorang yang sedang sedih. Terkadang tidak semua masalah yang mereka hadapi itu bisa diceritakan dengan orang lain.

Ketika ada teman yang merasa sedih alangkah lebih baiknya, kita bisa mengganti ucapan menenangkan seperti "Menangislah aku tidak keberatan, dan aku siap mendengar ceritamu jika kamu mau membagikannya padaku". Itu akan lebih baik. Menangislah tak perlu ditahan, menangis itu wajar agar hati tetap lembut dan tidak keras, dan menangis itu wajar agar kita bisa merasakan menjadi manusia normal.

Namun perlu diingat berlarut-larut bukanlah solusi. Lebih baik mengintrospeksi diri, kemudian membangun diri lagi agar lebih kuat dan tidak mudah tumbang karena hidup harus terus berjalan. Ketahuilah bahwa orang yang bisa mengeluarkan diri dari kesedihan, kegalauan adalah diri kita sendiri. Kita bisa jika kita yakin.

Semangat !!

Salam Inspire Your Life

 


Sabtu, 13 Juni 2020

TEBUKTI : Trainer T-Maps Tidak Hanya Jago Dalam Bidang Public Speaking Namun Juga Mahir Dalam Memainkan Aksara



TEBUKTI : Trainer T-Maps Tidak Hanya Jago Dalam Bidang Public Speaking Namun Juga Mahir Dalam Memainkan Aksara

Anggota UKM T-MAPS IAIN Surakarta kembali menorehkan karya baru. Buku yang bertajuk "Sajak - Sajak yang Diabaikan", karya Anhanudri Davi Mawarni dan Fajar Rizki Nursaid. Karya sastra ini diluncurkan pada Sabtu, 11 Juni 2020 oleh RFM Pramedia Jember dan memiliki 118 halaman.
Latarbelakang pembuatan buku tersebut berawal dari ketidaksengajaan. Mulanya, mereka ingin menulis sebuah jurnal. Namun ditengah jalan terdapat beberapa faktor yang mengurungkan niatnya untuk menuliskan sebuah jurnal.
Akhirnya terbesitlah di benak mereka untuk melakukan kolaborasi hingga muncul kesepakatan menulis sebuah buku tentang sajak.
Adapun sepenggal makna yang terselip dalam buku tersebut, yaitu :
Buku antologi sajak “Sajak-Sajak Yang Diabaikan” merupakan gabungan sajak antara pemikiran penulis serta disusun menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan penuh makna. Buku ini berkisah melalui aksara, tak hanya berisi tentang perasaan cinta sepasang dua anak manusia, tetapi juga terselip makna kehidupan. Tentang manusia dengan sang pencipta, alam semesta, bahkan nusantara. Diksi yang digunakan dalam sajak ini merupakan diksi-diksi yang penuh makna. Harapannya kehadiran sajak ini tidak di abaikan seperti judulnya, melainkan dapat menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan sehingga dapat menggali hikmah dari setiap kejadian yang di alami baik penulis maupun pembaca. Penulis berharap sajak-sajak ini bisa menjadi semangat kawula muda untuk  berkarya terutama dalam hal tulis-menulis di bidang sastra.
Menuturkan harapannya kepada pembaca buku  “Sajak-Sajak Yang Diabaikan” ini, "Semoga buku ini menjadi acuan untuk teman2 terutama teman tmaps agar semangat dalam berkarya.. dan setiap pesan terisrat dalam sajak ini dapat menjadi pedoman dalam melihat dan lebih peka tehadap kejadian di lingkungan sekitar."

Sumber : Ririn Pujiastuti (PR T-MAPS IAIN Surakarta)

Jumat, 05 Juni 2020

Pendidikan dan covid-19: Tantangan atau Hambatan?


Pendidikan dan covid-19: Tantangan atau Hambatan?
Oleh : Arhanudri Davi Mawarni
Beberapa bulan terakhir dunia bahkan Indonesia sedang dibumingkan dengan mewabahnya virus corona. Virus corona kini menjadi trending pemberitaan di media baik media massa maupun media sosial. Virus yang berasal dari Wuhan, Cina tersebut menyerang sistem pernapasan. Sehingga WHO menetapkan bahwa covid-19 sebagai pandemi dunia.
Penyebaran virus corona begitu cepat, hingga meluas sampai ke Indonesia. Menurut data terakhir per tanggal 5 Juni 2020, juru bicara penanganan covid-19 Achmad Yurianto menyampaikan secara akumulatif ada 29.521 positif covid-19, 18.308 sembuh dan 1.770 dinyatakan meninggal.
Dampak dari virus corona begitu terasa di masyarakat Indonesia, baik dari sektor perekonomian, pariwisata, dan pendidikan. Demi memutus mata rantai penyebaran virus corona dan menghindari bertambahnya kasus baru disetiap harinya pemerintah harus segera mengambil tindakan tegas. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memerintahkan bagi setiap individu untuk menerapkan physicaldistancing.
Physical distancing dinilai menjadi langkah efektif demi memutus rantai penyebaran. Sejak diterapkannya physical distancing pada akhir Maret 2020, berbagai aktivitas yang biasanya dikerjakan secara langsung kini dialihkan di rumah masing-masing. Seperti bekerja dari rumah dan belajar dari rumah. Ditambah dengan ramainya tagar #Dirumahsaja yang tidak asing di sosial media dan media massa semakin memperkuat bahwa masyarakat diharuskan tetap dirumah serta menghindari keramaian, dilarang berpergian apabila tidak ada kepentingan.

Selain sektor perekonomian, dampak dari phsical distancing akibat covid-19 juga terasa pada bidang pendidikan, Sejak Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menerapkan belajar dari rumah atau daring serta penghapusan Ujian Nasional pada tahun ini. Sehingga kebijakan yang dibuat secara mendadak membuat wali murid, serta pelajar seperti mendapat kejutan.
Bagaimana tidak menjadi kejutan, bagi siswa yang sudah menyiapkan ujian nasional dengan semaksimal mungkin kini harus gigit jari dan meneriman kebijakan pemerintah. Karena semua kebijakan yang dibuat oleh pemerintah bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran corona.
Penerapan belajar dari rumah berbasis online dengan memanfaatkan teknologi yang ditetapkan oleh pemerintah akan menjadi tantangan guna mengembangkan kratifitas belajar siswa, namun sebaliknya dapat menjadi hambatan jika tidak tersedianya fasilitas yang digunakan. Dengan diterapkan proses belajar secara online diharapkan setelah pandemi ini berakhir mampu mencetak pelajar yang lebih kreatif, dan pemberian tugas selama belajar dari rumah dapat mengembangkan potensi yang dimiliki siswa.
Namun, jika kita melihat secara nyata harapan yang diinginkan oleh pemerintah serta guru hanyalah sebatas angan. Faktanya banyak pelajar yang terbebani dengan tugas yang diberikan, ibarat peri bahasa “Mati Satu Tumbuh Seribu” artinya jika terdapat satu tugas yang selesai maka akan tumbuh tugas-tugas yang lain. Ditambah dengan pengumpulan tugas secara bersamaan dari berbagai mata pelajaran, tentu pelajar akan sangat kuwalahan. Sehingga hal ini akan menjadi penghambat bagi pelajar yang menginginkan belajar dari rumah itu sebagai tantangan.
Tidak semua orang tua maupun guru menguasai teknologi secara bagus. Kenyataannya banyak guru bahkan orang tua masih kesulitan dalam pemberian tugas maupun penyelesaian tugas secara online. Apalagi tidak semua orang tua memiliki alat teknologi yang memadai. Banyak dijumpai di masyarakat, tidak sedikit keluarga yang hanya memiliki satu teknologi dan dipakai secara bersamaan. Bahkan dari keluarga yang kurang mampu tidak memiliki alat teknologi sama sekali, sehingga mereka harus menebeng ke tetangga maupun ke kerabat terdekat. Lantas bagaimana terkait anjuran dari pemerintah agar menghimbau masyarakatnya tetap  #Dirumahsaja.
Penetapan belajar berbasis online tentu akan membutuhkan jaringan internet. Jaringan internet tidak selamanya akan stabil, banyak proses pembelajaran online menjadi terhambat karena jaringan online yang kurang baik. Perbedaan mencolok terlihat ketika berada di daerah kota tentu mendapatkan jaringan internet yang melimpah ruah, berbalik jika berada di desa yang kurang dalam teknologi akan merasa kesulitan mendapatkan jaringan.
 Bahkan jika kita melihat pemberitaan di Televisi banyak pelajar yang rela pergi keluar rumah ketempat dimana akan mendapatkan jaringan hanya untuk mengerjakan tugas. Bahkan ada yang sampai mengalami kecelakaan selama di perjalanan. Tentu hal ini membahayakan bagi pelajar.
Adanya jaringan internet maka tidak lepas dari kuota. Sejak berlakunya penetapan belajar dari rumah, kuota yang diperlukan untuk proses belajar online menjadi meningkat. Hal ini menyebabkan pengeluaran untuk membeli kuota juga bertambah, melihat kondisi perekonomian masyarakat yang kurang stabil tentu masalah ini akan memberatkan orang tua dan pelajar, apalagi jika berasal dari keluarga yang kurang mampu.
Ketika siswa belajar dari rumah, pihak sekolah berharap agar orangtua mendampingi selama proses pembelajaran. Justru hal ini berbanding terbalik, ketika melihat kenyataan dilapangan banyak anak yang kedapatan keluyuran di warnet, main game dan nongkrong bersama teman-temannya. Jika melihat kejadian ini, terbukti masih banyak siswa yang mengabaikan himbauan pemerintah untuk tetap belajar dirumah dan menerapkan phsical distancing. Dalam menangani kasus ini pemerintah serta orangtua untuk lebih tegas agar penerapan belajar dirumah.
            Tidak hanya siswa SD,SMP, dan SMA, masalah ini juga dirasakan oleh Perguruan Tinggi. Tidak sedikit mahasiswa perantau yang merasakan dampak dari phsical distancingsehingga membuat mereka dalam kondisi krisis ekonomi serta sosial. Sebenarnya, kebijakan pemerintah dalam menerapkan sistem daring menjadi peluang bagi mahasiswa. Mereka dapat lebih leluasa dalam memilih tempat belajar, serta untuk mahasiswa rantau dapat pulang ke tempat asal sehingga dapat berkumpul dengan keluarga hingga cukup panjang.
Penerapan lockdown serta berbagai peraturan disetiap desa menjadi kendala mahasiswa untuk pulang ke rumah masing-masing. Sehingga masih banyak mahasiswa yang menetap di kota tempat mereka mencari ilmu. Lebih lagi bagi mereka yang kuliah di zona merah virus corona, harus melewati kebijakan yang ketat. Mahasiswa yang dari desa pelosok mungkin akan memilki kendala dalam masalah jaringan internet untuk melakukan belajar secara online. Sehingga mereka memutuskan untuk tetap tinggal di kota rantau.
Melihat hambatan yang terjadi selama pembelajaran online berlangsung, peran pemerintah sangat dubutuhkan dalam mencari solusi. Pemerintah perlu memberi himmbauan kepada sekolah dan perguruan tinggi, agar selama proses belajar online ini diberlakukan diharapkan kepada para pendidik untuk tidak memberikan tugas yang jumlahnya cukup banyak.
Selain pengurangan jumlah tugas, proses belajar online juga membutuhkan kuota. Dengan hal ini bantuan berupa subsidi kuota sangat diharapkan. Karena selama pandemi ini terjadi, siswa maupun mahasiswa tidak menggunakan fasilitas yang ada di tempat mereka menuntut ilmu. Sehingga uang yang sudah mereka bayarkan untuk fasilitas sekolah dapat dikembalikan dalam bentuk kuota, guna kepentingan belajar online selama pandemi ini berakhir. 
Perubahan besar telah terjadi selama pandemi covid-19, terutama bidang pendidikan. Bumi seolah berhenti berputar, banyak negara yang dirugikan termasuk Indonesia. Dalam situasi seperti ini, pemerintah perlu melakukan perubahan terhadap sistem pendidikan yang ada di negara ini. Adanya edukasi terhadap kreatifitas dalam penggunaan teknologi perlu dilakukan, demi menciptakan pendidikan yang lebih berkualitas.
Kejadian yang saat ini dialami, mungkin salah satu cara Tuhan agar kita senantiasa mengingat-Nya. Mungkin selama ini kita terlena oleh kenikmatan dunia, sehingga melupakan fitrah kita sebagai seorang manusia tentang makna hidup yang sebenarnya. Apapun bentuk peringatan Tuhan kepada kita, semoga kita semua dapat mengambil hikmahnya.

Sabtu, 23 Mei 2020

Pandemi Tak Menyurutkan Langkah untuk Berbagi


Pandemi Tak Menyurutkan Langkah untuk Berbagi








Dalam rangka bulan suci Ramadhan 1441 H, T-MAPS IAIN Surakarta mengadakan acara Ramadan Care. Ramadan care sendiri adalah salah satu program kerja dari UKM T-MAPS IAIN Surakarta dengan acara berbagi santunan kepada anak-anak yatim. Ramadan care telah terlaksana pada hari Jumat, 22 Mei 2019 yang bertempat di Yayasan Panti Asuhan dan Dhuafa “Dharma Aji Insan” tepatnya di Dusun Dalatan RT 01/ RW 11 Gawanan, Colomadu, Karanganyar. Dikarenakan masih dalam masa pandemi COVID-19 acara digelar singkat dan hanya diwakili oleh 11 perwakilan pengurus T-MAPS IAIN Surakarta dan 11 perwakilan pengurus dan anak dari yayasan. Walau begitu, tak menyurutkan semangat untuk saling menginspirasi.
Acara dibuka oleh Mr. Dayu Trisnawan, Kepala bidang Public Relation selaku pembawa acara, dilanjutkan muroja'ah surat pendek bersama-sama. Acara selanjutnya yaitu sambutan dari Direktur UKM T-MAPS, Mr. Muhammad Najib Nur Ihsan. Sambutan dilanjutkan oleh perwakilan yayasan, mas Evan Setia Maulana selaku sekretaris yayasan panti asuhan Dharma Aji Insan. Acara keempat yaitu bincang-bincang singkat, yaitu seputar profil Yayasan Panti Asuhan dan Dhuafa Dharma Aji Insan sekaligus perkenalan singkat dan pemberian ice breaking oleh pengurus T-MAPS.  Selanjutnya dilanjutkan ke acara inti dari Ramadan Care ini yaitu berbagi. Setelah menggalang donasi selama 6 hari, donasi yang berhasil terkumpul sebesar 2 juta rupiah. Donasi diberikan kepada mas Evan Setia Maulana oleh Direktur UKM T-MAPS, Mr. Muhammad Najib Nur Ihsan dan dibantu oleh kepala bidang Event Organizer, Mr. Wahyu Aji Pamungkas.

Acara yang mengusung tagar “Menginspirasi melalui donasi” ini bertujuan untuk mempererat ukhuwah dan silahturahmu antar anggota T-MAPS dengan masyarakat pada kesempatan bulan Ramadhan yang penuh keberkahan ini masih diberi kesempatan dan kemampuan untuk berbagi.





Kemudian acara ditutup dengan foto bersama dan dilanjutkan buka bersama.

Sumber : Ririn Pujiastuti T-MAPS PR

Kamis, 30 April 2020

Ramadan dan Corona Hikmah yang Sempurna

Ramadan dan Corona  Hikmah  yang Sempurna




Ramadan kali ini berbeda, bahkan terbilang istimewa dan langka. Adanya corona membuat kita semua dilema bukan? Dilema tarawih tidak di masjid tapi di rumah, tadarus Al Quran sendirian, tiada ramenya jalan-jalan pagi selepas subuh dan perang petasan di jalan paling ujung bareng anak-anak desa dan yang bikin dilema mungkin tidak bisa BUKBER bareng deretan temen TK, SD, SMP, SMA, Kuliah, karang taruna, temen organisasi, temen Geng, dan masih banyak lagi. Namun corona tak jua beranjak pergi meninggalkan kita. apakah demikian beratnya beban yang akan dipikul 30 hari kedepan?
Seorang mahasiswa intelektual sekaligus jadi Trainer, dan yang pasti agamis, kuliah di IAIN soalnya, tentu bisa mengambil hikmah dari Ramadhan di tengah corona bukan? bagaimana kita menyikapinya?
Susah dan senang adalah dua sisi yang berbeda, namun berjarak tipis. Ibarat uang koin yang memiliki dua sisi. Tahu tidak?? kata orang, kesusahan itu adalah kenikmatan yang tak berhasil kita melihatnya. Jadi jangan cemas dan menganggap semua ini sebagai kesusahan ya MR dan MS. Jalani dan lalui dengan penuh semangat supaya kita dapat melihat kenikmatan sekecil apa pun itu.
Seorang trainer bahunya saja sekuat baja, masak iya hanya karna adanya ujian corona di tengah Ramadan membuat hilang semangat dan tiada stamina? di T-Maps sering hlo di tebarkan kalimat "(amanah) yang berat kita jinjing bersama" jadi mulai dari sekarang, harusnya menyugesti diri kita, mulai dari diri kita sendiri bahwasanya kita dapat melalui ini semua. Supaya setiap apa yang kita lalui terasa niqmat, terlebih di Bulan Ramadan ini. MR dan MS Trainer yang luar biasa harus lebih menebarkan semangat seperti jargon kita "INSPIRE YOUR LIFE".


Meskipun corona memaksa kita untuk berhenti sejenak dari hiruk pikuk aktivitas manusia, termasuk Ngampus dan segala rutinitas kita di UKM T-Maps tercinta yang tentunya begitu dirindukan, namun bukan berarti kita juga berhenti dari yang dinamakan "produktif". Jadi trainer kudu produktif, MS dan MR bisa mengasah keahlian dari dalam rumah misal; kreasi masakan, buat kue, nemenin belajar adek, bersih-bersih rumah, belajar menjahit, belajar ngelukis, belajar desain, buat video tutorial yang positif, buat video macam-macam bentuk MC dan banyak lagi. Sehingga dari situ semua bisa di abadikan melalui rekaman video dan di share di akun Youtube, akun Instagram, dan juga Whatsapp Story, bermanfaat bukan? seperti jargon kepengurusan tahun ini (2019/2020) “BERMARTABAT; Bersama Tebarkan Manfaat”
Heyy MR dan Ms. Aku, kamu, kita dan mereka. Semua ini kita lalui bersama.  Ramadan dan corona hikmah yang sempurna kan yaa?? tak lupa, tidak hanya aktivitas duniawi saja. Kehidupan seorang trainer haruslah seimbang, Ramadan ini adalah momen yang pas untuk fokus bertafakur, perbanyak amal Sholih, Dzikri dan doa untuk kebaikan kita dan semesta. Supaya seimbang antara dunia dan akhirat kita, jadi kuy berlomba meraup pahala sebanyak mungkin. Sering banget kita itu dalam menyambutnya (Ramadan) kita bersuka ria, punya tekad fokus kedepanya. Namun seringnya kita semangat di awal dan menghilang di pertengahan.
Menghilang? yakin kita sudah bosan dengan Ramadan? atau karena setumpuknya dosa yang telah menghitam karena tak ada siraman istigfar dan usaha tobat? sering kali, ketika Ramadan beranjak pergi, rasa sesal yang teramat perih kembali terulang. Jadi gunakan masa ini sebaik mungkin ya MR dan MS semua jangan sampai menyesal nanti. Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk beramal sholih di bulan Ramadan, dan menjaga fokus kita untuk Ramadan.
Tiada alasan untuk selalu bersyukur pada setiap keadaan ya MR, MS.  Karena apa yang telah di takdirkan hari ini adalah yang terbaik menurut Allah. Selalu semangat dan produktif untuk Ramadan kali ini di tengah Corona.

Inspire your life.

Sumber PR T-MAPS : Faridatun Istiqomah

Kamis, 02 April 2020

Yakin Masih Mau Gabut Ditengah Pandemi Corona?


Yakin Masih Mau Gabut Ditengah Pandemi Corona?


Akhir-akhir ini dunia bahkan Indonesia sedang digemparkan dengan mewabahnya virus corona. Berbagai informasi mengenai virus corona selalu berkembang dari waktu ke waktu. World Health Organization (WHO) memublikasikan coran sebagai pendemi karena virus Covid-19 begitu cepat menyebar. Saat masuk Indonesia, begitu cepat virus ini menyebar dari orang ke orang.
            Mewabahnya virus corona pemerintah harus segera mengambil tindakan tegas, untuk mengantisipasi bertambahnya pasien yang terinfeksi Covid-19. Berbagai upaya pemerintah dilakukan. Salah satunya anjuran untuk tinggal dirumah. Seperti yang kita tahu, semakin sering berkunjung ditempat ramai dan berkontak langsung maka potensi penyebaran virus ini akan meningkat.
            Untuk mendukung upaya pemerintah, baru-baru ini sosial media diramaikan dengan tagar-tagar sejenis #DirumahSaja. Dengan adanya tanda pagar tersebut diharapkan agar masyarakat sementara waktu menghentikan aktivitas diluar rumah. Mungkin sebagian orang beranggapan bahwa anjuran pemerintah ini sangat menguntungkan. Tak perlu repot memikirkan hiruk pikuk aktivitas seperti yang dilakukan biasanya.
            Tetapi untuk orang-orang yang berjiwa ekstrover hal ini dapat menjadi berita buruk. Ditambah kebijakan dari pemerintah kegiatan ini dilakukan sampai batas waktu yang tidak dapat ditentukan. Minimnya sosialisasi selama wabah ini menimbulkan keresahan yang begitu mendalam bagi ekstrover.
            Lantas bagimana cara agar tetap produktif selama self quarantine untuk membantu pencegahan virus corona?
1.      Memotivasi Orang Lain
Memotivasi merupakan salah satu kegiatan yang positif dan dapat dilakukan untuk diri sendiri maupun orang lain. Banyak manfaat yang dapat kita ambil ketika menjadi seorang motivator. Selain mengajak seseorang untuk menjadi lebih baik, kita juga dapat bermanfaat bagi sesama.
2.      Membaca Buku
Kesibukan sehari-hari membuat kita tak ada waktu untuk membaca buku. Mungkin saat ini waktu yang tepat untuk membaca buku yang masih tersimpan rapi. Selain itu, kita juga memiliki waktu yang cukup luang untuk membaca buku dirumah. Tapi tetap perhatikan kebersihan buku yang kamu baca ya!
3.      Latihan Public Speaking
Jika kita melihat kebanyakan orang mungkin kurang suka berbicara di depan umum. Banyak dari mereka yang mengatakan takut, malu, grogi dan masih banyak lagi. Namun alasan tersebut salah satu hal yang wajar ketika kita belum pernah mencoba, sehingga banyak orang yang menghindar ketika diminta untuk berbicara didepan umum.
Untuk mengatasi ketakutan itu, sebaiknya kita sering-sering berlatih dan praktek. Dengan situasi seperti sekarang banyak waktu luang yang dapat kita manfaatkan untuk belajar public speaking. Seperti belajar menjadi MC, News Anchor, Motivator dan masih banyak lagi.
Jika dilihat, begitu banyak manfaat ketika kita pandai dalam public speaking. Sampai sini yakin gamau belajar public speaking?


4.      Belajar Memasak
Selama dirumah kita dapat memanfaatkan fasilitas dapur untuk memenuhi kebutuhan perut. Selain tidak membuat kita bosan, memasak sendiri membuat kita lebih yakin bahwa makanan yang akan dimakan dijamin kebersihan dan kesehatannya. Jadi selamat berkreasi dengan makanan yang akan kamu masak.
5.      Menulis
Selama ini mungkin kita terlalu sibuk dengan aktivitas yang membuat selalu tergesa-gesa. Dengan berdiam dirumah seperti saat ini, tentunya kita memiliki banyak waktu luang sehingga dapat menuangkan ide serta pikiran di atas kertas. Banyak yang dapat kita tulis seperti sajak, jurnal, cerita bahkan buku.
6.      Olahraga
Walaupun kita dirumah, olahraga tentu tidak boleh ditinggalkan. Banyak tutorial olahraga yang dapat kita lakukan selama dirumah. Tidak perlu olahraga yang berat-berat cukup dengan olahraga tipis-tipis sehingga membuat badan kita tetap fit. Tetap jaga ketenangan pikiran dan hindari stres ditengah pandemi corona.



7.      Movie Marathon
Bagi teman teman penyuka film, saat ini kita memiliki waktu yang lebih banyak untuk menikmati film favorit. Tanpa perlu begadang dan mencari waktu luang, karena kamu sedang punya banyak waktu luang.
8.      Kontak Teman Lama
Sebagai makhluk sosial kita tidak dapat lepas dari orang lain terutama dalam menjalin komunikasi. Gunakanlah kuota kalian untuk tetap terhubung dengan orang-orang tersayang. Selain itu, kita juga bisa mengontak teman lama juga loh.
Ternyata  banyak aktivitas yang dapat kita lakukan selama dirumah. Dengan catatan aktivitas tersebut dapat kita lakukan setelah melakukan kewajiban utamamu, baik bekerja maupun belajar secara online. Dengan #DirumahSaja serta menjaga pola hidup sehat serta menjaga kebersihan, menjadi bagian penting dalam mengatasi wabah Covid-19. Mulailah dari sekarang demi melindungi diri kita, keluarga dan orang lain. Bersama Lawan Corona, Indonesia Bisa!

Sumber PR TMAPS : Arhanudri Davi

Serah Terima Jabatan Pengurus UKM T-MAPS IAIN Surakarta 2020


Serah Terima Jabatan Pengurus
UKM T-MAPS IAIN Surakarta 2020

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Training for Motivation and Public Speaking (T-MAPS) telah melaksanakan Prosesi Serah Terima Jabatan Pengurus Harian (PH) di Gedung Fakultas Adab dan Bahasa Lantai 4 IAIN Surakarta, Senin (10/02). Dengan diadakannya acara tersebut, menandai berakhirnya masa kepengurusan PH UKM T-MAPS 2019 yang dipimpin oleh Mr. Damar Tri Prasetyo. Dan memulai masa kepengurusan baru yang akan dinahkodai oleh Mr. Muhammad Najib.

Setelah dibukannya acara oleh Mr. Gege dan Ms. Khoir selaku MC, kemudian dilakukan pembacaan surat keputusan (SK) pengurus dan dilanjutkan serah terima jabatan dengan simbolis penyerahan bendera T-MAPS oleh Gustav Mahendra, S.Sos. selaku pembina kepada Mr. Najib.   
 

 

Mr. Najib sebagai Direktur UKM T-MAPS Periode 2020 berharap, dalam kepengurusan ini dapat menjadikan UKM T-MAPS lebih baik. Serah terima jabatan kali ini mengusung #TheDreamTeam 2020 dan semoga kedepannya dapat menjadi tim yang solid serta saling menginspirasi dalam kebaikan antar sesama pengurus, sehingga selalu bermanfaat untuk lingkungan kampus maupun luar kampus.